Buatan Survei: Gejala Covid-19 pada Penderita Umumnya Berlangsung Selama Tiga Bulan

0
20

TRIBUNNEWS. COM – Sebuah inspeksi di Belanda menunjukkan seberapa lama gejala Covid-19 berlangsung di awak pasien.

Rupanya, biasa orang yang menunjukkan tanda-tanda Covid-19, masih memiliki gejala hampir tiga bulan kemudian.

Hanya 0, 7 persen responden yang mengatakan, mereka benar-benar bebas petunjuk 79 hari setelah terinfeksi virus.

Kejadian itu menurut penelitian yang diterbitkan pada Kamis (10/9/2020) di jurnal Riset Terbuka Masyarakat Pernafasan Eropa.

Survei tersebut merupakan yang pertama menunjukkan hanya pemulihan sebagian di antara keseluruhan sampel pasien, menurut para peneliti.

ILUSTRASI GEJALA Covid-19 – Seorang pengusaha pokok Taiwan terancam hukuman penjara ataupun denda karena menyembunyikan gejala virus corona yang dideritanya dari pihak berwajib. (Shanghaiist)

Baca: Hasil Studi: Infeksi Virus Corona yang Parah atau Mematikan Sangat Jarang Terjadi di Anak-Anak

Baca: Studi Baru: Kandidat Vaksin Covid-19 Nonaktif dari China Hasilkan Respons Kekebalan yang Kuat

Adapun survei ini melibatkan lebih dari 2. 100 orang yang sebagian besar tak dirawat di rumah sakit.

Namun mereka terkonfirmasi atau diduga mengalami Covid-19 di Belanda dan Flanders, bagian utara Belgia.

Responden melaporkan, dari tujuh gejala, rata-rata terjadi 79 hari setelah mereka pertama kala merasakan gejalan umum Covid-19 seolah-olah kelelahan dan kesulitan bernapas.

Sekitar 44 persen responden masih mengalami sesak dada, 38 persen sakit kepala, 36 persen mengalami nyeri otot, dan 33 persen mengalami nyeri di antara tulang belikat.

“Tidak seperti kelompok rawat inap yang disurvei, pasien dengan Covid-19 ‘ringan’ mendapat sedikit panduan dan sering diabaikan begitu saja, ” prawacana para peneliti, dikutip dari SCMP, Sabtu (12/9/2020).

ILUSTRASI SESAK NAFAS semrawut 7 Solusi Alami Meringankan Penuh Nafas (boldsky. com)

Baca: Hasil Menuntut: Bicara dengan Tenang dan Lebih Pelan Bisa Mengurangi Penyebaran Covid-19

Mengucapkan: Peneliti di Inggris Sebut Steroid Murah Bisa Selamatkan Pasien Covid-19 yang Sakit Parah