Kausa Wabah Corona, Subsidi 3 Moda Transportasi Ibu Kota Dipangkas 50 Persen

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Anggaran sumbangan sektor transportasi ikut dipangkas menyusul penyesuaian target APBD DKI Jakarta Tahun 2020 dari Rp87, 95 triliun menjadi Rp47, 18 triliun atau menyusut 46, 35 komisi.

Subsidi tiga moda transportasi ibu kota seperti MRT, LRT, dan Transjakarta masing semrawut masing alami reduksi 50 obat jerih dari jumlah anggaran awal.

Baca: Nadiem Soal Corona: Dunia Sudah Melihat Risikonya Jika Tidak Mendengar Ilmuwan

Rapat pembahasan perkara penyesuaian APBD DKI 2020 itu dibahas Pemprov bersama DPRD dalam Selasa (5/5) kemarin.

“Subsidi transport (LRT, MRT, Transjakarta) dikurangi 50 komisi, ” tulis dokumen yang diterima Tribunnews. com, Rabu (6/5/2020).

Adapun rinciannya anggaran subsidi MRT yang semula Rp825 miliar dikurangi 50 obat jerih menjadi Rp412, 5 miliar.

Transjakarta dari Rp3, 29 triliun menjadi Rp1, 97 triliun. Begitu pula LRT menurun dari Rp439, 62 miliar menjadi Rp219, 81 miliar.

Baca: Warga Mengeluh Tagihan Listrik Membengkak Tak Sesuai Pemakaian, PLN Beri Penjelasan

Selain sektor transportasi, Pemprov DKI juga melakukan rasionalisasi subsidi pangan sebesar 50 persen, dari Rp1, 01 triliun menjadi Rp568, 86 miliar. Bahkan subsidi septitank sebesar Rp10 miliar dinolkan, alias dikurangi 100 persen.

Alhasil total Belanja Subsidi yang semula Rp5, 57 triliun turun jadi Rp3, 17 triliun.

Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta Abdurrahman Suhaimi mengatakan angka rasionalisasi ini adalah angka optimis. Artinya masih mungkin berkurang lagi pantas kondisi ibu kota.

“Iya setelah dirasionalisasi begitu masih kurang lebih, tersebut masih angka optimis loh. Berarti masih kemungkinan berkurang lagi. Belakang kita lihat di bulan Agustus, September kan ada anggaran resmi perubahan, ” ucap Suhaimi.

Updated: May 6, 2020 — 10:11 am