KPK Selisik Aliran Uang dari Perikatan Waskita Karya dengan Para Subkontraktor Fiktif

Laporan Wartawan Tribunnews. com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Premi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa Staf keuangan Divisi II PT Waskita Karya, Wagimin, Senin (28/9/2020).

Wagimin diperiksa sebagai saksi untuk tersangka mantan Kepala Bagian III/Sipil/II PT Waskita Karya dengan juga mantan Dirut PT Jasa Marga Desi Arryani (DSA) dkk.

Plt Juru Bicara Penindakan KPK Ali Fikri menerangkan, tim penyidik berusaha menyelisik penerimaan dan pengiriman uang yang diterima Desi dkk dalam kasus dugaan korupsi pelaksanaan pekerjaan subkontraktor fiktif pada proyek-proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk (Persero) tahun 2009-2015.

“Penyidik mengkonfirmasi mengenai dugaan adanya penerimaan dan pengiriman uang yang datang dari kontrak-kontrak Waskita dengan para subkonfiktif kepada para tersangka DSA dkk dan juga terkait janji PT Waskita dengan para subkonfiktif tersebut, ” kata Ali pada keterangannya, Senin.

KPK telah menetapkan lima tersangka di dalam kasus ini.

Baca: KPK Periksa Staf Keuangan Waskita Karya terkait Korupsi Order Fiktif

Itu ialah, mantan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya yang juga Dirut PT Waskita Beton Precast Jarot Subana (JS) dan mantan Kepala Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya dengan juga mantan Dirut PT Pertolongan Marga Desi Arryani (DSA).

Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya periode 2011 berantakan 2013 Fathor Rachman (FR), mantan Besar Proyek dan Kepala Bagian Pengendalian pada Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya Fakih Usman (FU), & Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Susunan periode 2010 – 2014 Yuly Ariandi Siregar (YAS).

Dalam wujud perkara disebut bahwa pada tahun 2009 Desi menyepakati pengambilan simpanan dari PT Waskita Karya melalaikan pekerjaan subkontraktor yang diduga khayali pada proyek-proyek yang dikerjakan sebab Divisi III/Sipil/II PT Waskita Karya.

Baca: KPK Periksa 14 Pegawai Waskita Susunan dari Berbagai Divisi Usut Manipulasi Proyek Fiktif

Dalam rangka melaksanakan keputusannya itu, Desi kemudian memimpin rapat koordinasi internal terkait dengan penentuan subkontraktor, besaran dana, dan lingkup pekerjaannya.

Updated: September 28, 2020 — 3:50 pm