Memotong Bisnis Digital Media dan Platform di Indonesia

TRIBUNNEWS. COM, JAKARTA – Perkembangannya yang pesat di Asia-Pasifik semasa ini melabuhkan perusahaan periklanan berbasis teknologi, MediaDonuts untuk memperluas bisnisnya di Indonesia.

Maraknya penggunaan digital media di Nusantara terutama di kalangan GenZ serta Millennials akan memfokuskan layanan istimewa yang mengkombinasikan teknologi dan ragam hidup terkini di kalangan bujang muda.

Fakta itu mendorong perusahaan teknologi iklan Belgia, MediaDonuts membangun kehadirannya di Jakarta-Indonesia per kuartal ini.

Melalui layanan istimewa yang diberikan membantu brands & advertisers untuk terhubung dengan audiens melalui digital media platform serupa Twitter, Spotify, TikTok, Tinder.

Baca: Italia dan Belgia Bergabung dengan Prancis Dorong Hydroxychloroquine untuk Perawatan Covid-19

Kemudian WebToon, Activision Blizzard (Candy Crush & Call of Duty) dan masih banyak sedang. Namun di Indonesia sendiri, MediaDonuts akan memfokuskan layanannya pada 4 platform yang terakhir disebutkan.

Selain layanan exclusive partnerships dengan platform di atas, MediaDonuts juga menawarkan berbagai solusi digital performance campaign dengan menggunakan teknologi yang telah dibangun dan dikembangkan selama 10 tahun terakhir.

Tim MediaDonuts Indonesia bakal dipimpin oleh Devinder Sharma, masa ini ia menjabat sebagai Head of Business Development untuk MediaDonuts India.

Devinder Sharma telah memiliki pengalaman di pabrik media Indonesia, yang mana sebelumnya ia menjabat sebagai Country Head di Vdopia.

Baca: Dewan Periklanan Indonesia Menekan Hadirnya UU Periklanan

Managing Partner MediaDonuts, Pieter-Jan de Kroon mengungkapkan kegembiraannya sudah diluncurkan MediaDonuts di Indonesia.

“Indonesia adalah pasar terbesar di Asia Tenggara dengan penguasaan populasi anak muda yang dinamis, dimana dalam kesehariannya mereka memakai digital media platform yang MediaDonuts represents (Tinder, WebToon, Activision Blizzard Media) dengan sangat aktif & terus bertumbuh secara eksponensial, ” katanya.

Hal tersebut merupakan peluang besar bagi brands dan advertisers untuk terhubung dengan audiens dengan cara yang kaya dan efektif, dan pada kesudahannya akan men-generate hasil yang ideal.

Updated: May 28, 2020 — 7:38 pm